Langkah Baru, Harapan Baru

Setelah berproses bersama selama tiga tahun, kebersamaan pasti bertepi. Nama tepi itu adalah perpisahan dan pelepasan. Perpisahan kelas 9 berlangsung secara internal di Wisma Klara dan khusus bagi kelas 9 saja, tidak bergabung dengan anak kelas 9 Wisma Fransiskus. Acara perpisahan sengaja dibuat terpisah agar acaranya bisa lebih dekat antara anak dan lebih khusuk. Dalam acara perpisahan ini, panitia kelas 8 mengambil tema khusus yaitu “Langkah Baru, Harapan Baru”. Bersama tema tersebut, anak-anak kelas 9 akan beralih tahap ke lingkungan sekolah yang baru. Maka, hendaknya semangat juang terus dikobarkan bersama harapan baru di tempat baru. Perpisahan yang dilakukan pada Sabtu (3/5/2025) berlangsung secara sederhana serta kekeluargaan. Perpisahan tersebut dihadiri oleh ibu pendamping Wisma Klara, Bruder, Romo, Diakon, Suster, serta seluruh anak-anak Wisma Klara yang turut memberikan dukungan dan doa bagi kelas 9.

Acara ini dilakukan untuk memberikan pesan-pesan pengharapan bagi masa depan anak kelas 9 Wisma Klara. Acara yang dimulai pada pukul 18.30 WIB diawali dengan doa pembuka, dilanjutkan santap malam bersama, menonton video kebersamaan, tampilan dari kelas 7 dan kelas 8 ditutupkan oleh kesan dan pesan singkat, baik dari anak-anak kelas 9 maupun dari pendamping. Dalam kesempatan ini, anak kelas 9 mendapatkan banyak pesan-pesan penguatan dari para pendamping yang sudah bersama mereka dalam beberapa tahun. Bahwasannya ada banyak dinamika serta perjuangan jatuh bangun selama berjuang tiga tahun. Agar masa depan baik, perlu ada koreksi diri dan menerima evaluasi yang baik dari orang lain. Orang dapat berkembang dengan baik jika mendengarkan masukan dari orang lain. Suasana menjadi khusuk saat perwakilan kelas 9 menyampaikan kesan dan pesan mereka selama tinggal di Wisma Klara.

Jumlah anak kelas 9 Panti Asuhan Santo yusup-Sindanglaya yang akan lulus SMP tahun 2025 sebanyak 17 orang. Dari 17 anak, 5 orang di antaranya akan tetap tinggal di panti dan melanjutkan SMK atau SMA di sekitar Cianjur, sedangkan 12 orang lainnya akan kembali kepada orang tua dan menentukan sendiri kelanjutan sekolahnya. Acara berlangsung di ruang belajar 2 Wisma Klara yang dikemas sederhana namun dekorasi yang disuguhkan sangat spesial. Dalam rangkaian acara, adik-adik kelas 7 dan 8 menampilkan pertunjukan seni, seperti nyanyian sebagai tanda cinta dan perpisahan. Acara diakhiri dengan foto bersama kelas 7, kelas 8, para pendamping serta romo bruder yang mempererat tali persaudaraan.

Acara ini dibuat sebagai bentuk apresiasi dan perpisahan yang memberikan penguatan bermakna bagi anak-anak kelas 9. Kelas 9 bukan akhir dari sebuah proses, namun masih akan berlanjut pada kelas berikutnya. Selain itu, momen ini menjadi kesempatan berefleksi bagi semua anak Wisma Klara tentang arti kebersamaan, perjuangan, dan harapan akan masa depan. Makna yang dalam terasa dari setiap pelukan perpisahan dan doa yang terlantun. Penulis merasa acara ini sangat menyentuh dan penuh makna. Melihat kebersamaan dan dukungan yang hangat antar sesama membuat penulis sadar bahwa kebersamaan yang dibangun di Wisma Klara adalah sesuatu yang sangat berharga. Semoga kelas 9 sukses pada perjuangan berikutnya, tetap membawa nilai-nilai kasih dan persaudaraan yang telah ditanamkan di Panti Asuhan Santo Yusup. Good Luck. (Ed. Tim Publikasi PA St. Yusup).

Oleh: Graceolivia Barbie Lee

(Anak PASY Kelas 8, Penghuni Wisma Klara)