Live in Bersama SMAK Tunas Bangsa

Panti Asuhan Santo Yusup-Sindanglaya adalah panti sosial yang menampung anak-anak yang membutuhkan pertolongan agar mereka dapat bertumbuh dan mengalami masa yang selayaknya sebagai anak-anak sambil berproses mengejar mimpi dan cita-cita di masa depan. Panti ini memiliki topografi tanah yang khas serta lingkungan yang masih asri. Di panti Santo Yusup, anak-anak tidak hanya dididik melalui pengetahuan dari sekolah, tetapi juga belajar kecakapan praktis bekerja secara langsung di lingkungan alam sekitar panti. Kelebihan panti Santo Yusup adalah memiliki lingkungan yang hijau karena terdapat banyak pohon-pohon dan lahan sebagai tempat anak-anak belajar berkebun. Karena hal ini, Panti Santo Yusup selalu menjadi tempat pilihan favorit bagi beberapa sekolah untuk melakukan kegiatan seperti live in. Misalnya, kali ini (8-9 Mei 2025), SMAK Tunas Bangsa dari Cikarang melaksanakan kegiatan live in di Panti Asuhan Santo Yusup.

Pada hari pertama live in, kegiatan anak-anak peserta live in berfokus pada perjumpaan intens dengan anak-anak Santo Yusup di dalam aula panti. Di dalam aula, anak-anak SMAK Tunas Bangsa berinteraksi dengan anak-anak SMP kelas VII da VIII. Interaksi yang terjadi bernuansa edukatif (belajar bersama). Dalam kesempatan belajar bersama, anak-anak Panti Santo Yusup kelas VII dan VIII belajar dari SMAK Tunas Bangsa tentang pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. Selain itu, dalam kebersamaan di aula, anak-anak melakukan sejumlah games rekretif. Dari pagi sampai siang, mereka berdinamika di dalam aula. Pada sore harinya, dilangsungkan olahraga bersama seperti basket, badminton, dan beberapa jenis olahraga lainnya. Setelah olahraga bersama, kegiatan sore hari ditutup dengan berdoa Rosario bersama di wisma masing-masing.

Setelah makan malam di wisma, peserta live in termasuk kelas VII dan VIII masuk kembali ke aula dan berdinamika bersama di aula. Di aula, pemandu acara meminta mereka untuk kembali membuat yel-yel, menyanyi, dan aktivitas kebersamaan lainnya. Di bagian akhir dari kebersamaan ini, anak-anak Santo Yusup mendapatkan pemberian berupa bingkisan dari anak-anak SMAK Tunas Bangsa. Bingkisan tersebut sebagai kenang-kenangan untuk memberi semangat pada anak-anak Santo Yusup. Melalui pemberian tersebut, berharap anak-anak Santo Yusup dapat mengejar mimpinya di kemudian hari. Setelah itu, anak-anak panti bergegas ke wisma masing-masing untuk beristirahat, sedangkan anak-anak SMAK Tunas Bangsa melanjutkan acara khusus di Pieta yaitu api unggun. Kurang lebih pkl. 21.00, anak-anak SMAK Tunas Bangsa menikmati api unggun yang ada di Pieta. Itulah ringkasan cerita live in hari pertama.

Pada hari kedua, anak-anak bangun lebih awal untuk selanjutnya memasak secara berkelompok. Pada hari kedua anak-anak peserta live in memasak nasi goreng di area sekitar Patung Pieta. Dalam  kesempatan ini, anak-anak betul-betul memasak sendiri nasi goreng dan kemudian mereka menikmati sendiri nasi yang mereka goreng. Para pendamping hanya bertugas mengdampingi dan mengawasi saat mereka memasak. Setelah sarapan, mereka melanjutkan aktivitas yang lebih banyak dilakukan di luar ruangan. Dalam kesempatan ini, mereka belajar dan “turun lapangan” (turlap). Kegiatan turlap dilakukan dalam beberapa kelompok. Dalam kegiatan turlap, mereka beraktivitas supaya lebih dekat dengan alam, misalnya berkegiatan di omah embek, omah mawar, di kebun, dan sejumlah tempat aktivitas ekologis lainnya. Dalam kesempatan ini, mereka langsung mengalami bagaimana lebih dekat dengan alam yang menyediakan kebutuhan pangan manusia. Dalam kesempatan turlap ini juga, mereka dibimbing agar memiliki jiwa patriotik ekologis dengan alam yang ditinggali.

Semoga kebersamaan live in ekologis ini senantiasa membawa sesuatu pesan ekologis yang berharga bagi anak-anak SMAK Tunas Bangsa ke depan. (Ed. Tim Publikasi PA St. Yusup).

Oleh: Budiman
(Anak PASY Kelas 8, Penghuni Wisma Fransiskus)