Live In Ekologis SMP Regina Pacis Bogor 1 September 2026

“Live In Ekologis di Awal Musim Penciptaan”

Semua orang beriman mengimani bahwa alam yang indah diciptakan oleh Tuhan yang Maha Indah. Keindahannya perlu dijaga dan dilestarikan oleh ciptaan itu sendiri (oleh manusia). Akan tetapi, keindahannya menjadi terancam karena aktivitas manusia yang terlalu berlebihan dalam memenuhi semua kebutuhan hidup. Berangkat dari kenyataan ini, maka sudah beberapa tahun kesadaran untuk merawat alam sudah mulai tampak dilakukan dengan banyak cara. Keluarga besar umat Kristen melalukan cara yaitu bersatu di dalam doa dan aksi nyata untuk melindungi rumah bersama setiap tahun yang dimulai pada 1 September hingga 4 Oktober. Selama kurang lebih 1 bulan, Keluarga Kristen dalam semangat doa dan aksi menghayati musim penciptaan. Dalam musim penciptaan, keluarga Kristen merayakan Tuhan sebagai Pencipta dan mengajak manusia untuk menjadi kolaborator yang ramah pada ciptaan lainnya dengan mengasihi dan merawatnya.

Menjadi kolaborator yang baik di zaman sekarang tentu butuh bekal pembelajaran yang baik juga. Maka, pada tanggal 1 September 2026, siswa dan siswi SMP kelas 8 dari sekolah Regina Pacis-Bogor yang berjumlah 243 orang datang belajar dan live in ekologis selama seharian penuh, dari pagi hingga sore hari. Kegiatan ini mereka upaya yang sangat baik guna menanamkan kesadaran dalam diri anak untuk hidup baik serta bijaksana dengan mengelola alam secukupnya. Anak-anak SMP Regina Pacis begitu antusias ikut berdinamika dalam kegiatan ini, bahkan beberapa anak betah dan ingin meminta waktu tambahan untuk live in. Hal ini menandakan bahwa anak-anak sebetulnya memiliki semangat belajar untuk merawat alam ciptaan.

Kegiatan ini dipandu oleh para karyawan-karyawati Panti Asuhan Santo Yusup. Anak-anak dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok. Di dalam kelompok, anak-anak melakukan sejumlah aktivitas seperti belajar membuat pupuk, belajar memetik sayur, belajar membuat pupuk kompos, belajar beternak ayam, belajar membersihkan sayur, dan sejumlah aktivitas ekologis lainnya, dsb, Semuanya dilakukan dengan penuh sukacita. Sejumlah kegiatan ini dilakukan sebagai stimulus awal dan pengenalan awal agar anak-anak bisa memahami lebih dekat tentang alam yang memberikan kehidupan bagi manusia dan ciptaan lainnya. Semoga kegiatan live in ini memberikan kesadaran bagi anak di kemudian hari betapa pentingnya hidup berdampingan dengan alam. Kesadaran itu menjadi hidup ketika menggerakan aksi nyata untuk melakukan sesuatu yang sederhana. Tidak perlu aksi yang besar, tetapi dimulai dengan hal-hal kecil sederhana. (Ed. Tim Publikasi PA St. Yusup).