Dalam rangka mempersiapkan diri untuk ujian kenaikan kelas, anak-anak Wisma Fransiskus (selanjutnya disingkat WF) kelas VII dan VIII berinisiatif mengadakan acara malam kebersamaan yang bertempat di halaman tengah WF. Acara ini dilakukan pada Sabtu malam (10/5/2025) bersama beberapa pendamping WF. Untuk menghangatkan suasana malam, acara ini disertai dengan Api Unggun. Malam kebersamaan ini adalah kesempatan mengajak semua anak-anak WF untuk membangun semangat kekompakan serta saling mendukung satu sama lain tanpa membeda-bedakan. Semangat kekompakan akan menjadi kekuatan penting bagi anak-anak WF agar secara bersama bergandengan tangan sebagai satu wisma mempersiapkan diri sebelum mengkuti ujian kenaikan kelas. Malam kebersamaan ini juga sebagai malam untuk menciptakan keakraban di antara mereka. Untuk menyukseskan acara ini, mereka membentuk panitia kecil untuk mempersiapkan segalanya, seperti menyiapakan kayu bakar api unggun sound system, menu-menu makan malam, menu-menu untuk dibakar, dan lain sebagainya. Acara ini dimulai pada pkl. 20.15 hungga selesai pkl. 22.00.
Walaupun acara dilakukan setelah hujan, anak-anak WF penuh antusias mengikutinya. Hal ini pertanda bahwa keinginan terdalam dari masing-masing anak adalah hangatnya kebersamaan. Maka, selain sebagai malam persiapan menjelang ujian kenaikan kelas dan malam keakraban, menurut pendamping yang mencetuskan acara ini, acara ini dilakukan untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya sikap-sikap yang menunjang kebersamaan dan keakraban. Sikap-sikap tersebut misalnya saling menghargai, saling menghormati, saling membantu, peka, dan rela berkorban. Adanya sikap-sikap tersebut turut menjamin adanya damai, kenyamanan, kegembiraan dan ketenangan di WF. Semua orang pasti memiliki kelemahannya masing-masing. Maka, jika ada kesalahan, sikap yang paling penting adalah saling memaafkan, saling mengerti kekurangan orang lain. Intensi acara ini juga adalah sebagai malam rekonsiliasi antara sesama mereka.
Momen kebersamaan ini adalah momen yang sangat baik untuk dilakukan. Semoga berkat acara ini, tumbuh kesadaran dalam diri anak akan pentingnya sikab saling mendukung, bukan sebaliknya saling menjatuhkan di antara mereka. Bukan hanya harapan tersebut. Hal lain adalah pentingnya membangun rasa kekeluargaan walaupun tidak sedarah. Keluarga juga tidak hanya tercipta karena hubungan darah, namun bisa tercipta dari satu asrama yang sama. Semoga pesan acara ini dapat dilaksanakan dalam kehidupan yang nyata. (Ed. Tim Publikasi PA St. Yusup).
Oleh: Pendamping Wisma Fransiskus




