ST. YUSUP DAN PENGENDALIAN DIRI
Oleh: Xaveria Krisevi Megarani
(Anak PASY Kelas 10, Tinggal di Wisma Agnes)
Setiap tanggal 19 Maret, Gereja Katolik sejagat merayakan Hari Raya St. Yusup suami St. Maria. Ketika berbicara tentang St. Yusup, tentu ada banyak nilai yang bisa digali darinya. Peran serta St. Yusup dalam sejarah keselamatan dan juga nilai-nilai penting hidupnya barangkali menginspirasi tokoh pendiri Panti Asuhan St. Yusup sehingga memilih St. Yusup sebagai nama panti. Maka, setiap tanggal 19 Maret, keluarga besar Panti Asuhan St. Yusup yang berlokasi di Sindanglaya-Cipanas merayakan pesta pelindung dengan mengucapkan syukur melalui Perayaan Ekaristi.
Perayaan ekaristi yang dimulai pada pkl. 16.30 WIB kali ini dipimpin secara konselebrasi, dengan selebran utama Rm. Bonefasius Budiman, OFM dan imam konselebran lainnya yaitu Rm. Guido Ganggus, OFM dan Rm. Lazarus Subagi, OFM. Perayaan ucapan syukur ini menjadi momen istimewa bagi anak-anak dan pengurus panti untuk meneladani nilai-nilai hakiki hidup St. Yusup. Keteladanan hidupnya sangat kontekstual untuk dihidupkan dalam dunia masa kini. Perayaan syukur berlangsung sangat meriah yang dipadu oleh iringan paduan suara karyawan-karyawan panti St. Yusup. Dalam perayaan kali ini, tidak semua anak Panti ikut perayaan ekaristi karena sedang berlibur, tetapi sejumlah umat dan donatur datang memenuhi undangan mengikuti perayaan ekaristi.
Dalam cuplikan homilinya, Rm. Guido Ganggus OFM mengajak umat merenungkan aspek Pengendalian Diri atau Penguasaan Diri yang baik dan bijak ala St. Yusup. Aspek pengendalian diri yang baik dan bijak ditampilkan dari sikap Santo Yusup yang begitu tenang dan sabar saat menyaksikan Maria tunangannya tiba-tiba mengandung. Kalau tanpa pengendalian diri yang baik dan bijak, St. Yusup bisa saja meluapkan amarah dan melampiaskan emosi-emosi dan pikiran yang negatif tentang Maria. Namun St. Yusup karena kemurahan hatinya, Ia tidak tunduk pada emosi negatif. Ia tetap bijak dan memberikan ruang keheningan dalam dirinya. Dalam ruang keheningan ini Tuhan datang menyapa St. Yusup. Tuhan datang melalui mimpi memberikan jawaban atas pergulatannya. Rm. Guido Ganggus, OFM mengajak semua umat agar senantiasa meneladani nilai pengendalian diri St. Yusup dalam kehidupan sehari-hari. Pengendalian diri yang baik dan bijak sangat diperlukan dalam menyingkapi setiap pergumulan hidup.
Setelah perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan kebersamaan yang berlangsung di depan Komunitas Carceri. Salah satu bagian dalam acara ini adalah diumumkan juara lomba Paduan Suara anak-anak dan karyawan yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan pesta pelindung. Tidak hanya lomba Padua Suara, sebelumnya juga diadakan sejumlah kegiatan dengan intensi yang sama seperti: bazar sembako dan pakaian murah yang diperuntukkan bagi saudara/saudari yang beragama Islam. Kegiatan ini dilakukan untuk mempererat hubungan yang baik dengan umat muslim sekitar, meningkatkan sikap toleransi yang tinggi kepada sesama meskipun berbeda keyakinan, dan mempererat tali persaudaraan (tidak hanya antarumat Gereja) dengan masyarakat luas sebagai wujud nyata semangat berbagi yang diajarkan oleh St. Yusup. (Ed. Tim Publikasi PA St. Yusup).






