Maret: Berbakti bagi Kemuliaan St. Yusup

Dalam cerita Kitab Suci, St. Yusup suami Maria dikenal sebagai seorang pekerja dengan spesialisasi tukang kayu. Dalam banyak lukisanpun, St. Yusup dilukiskan dengan latar misalnya memegang siku, kayu, atau alat pertukangan lainnya. Kisah St. Yusup lebih banyak disoroti saat kisah awal ketika Maria mulai mengandung sampai Yesus berumur 12 tahun. Setelah itu, obrolan tentang St. Yusup kurang muncul lagi. Terlepas dari kisah singkatnya dalam Kitab Suci, salah satu kebajikan hidup yang dimiliki oleh St. Yusup adalah dia pribadi yang rendah hati dan penjaga yang setia bagi keluarga kecilnya. Ia menjadi pribadi yang mengasuh Yesus penuh tanggung jawab. St. Yusup memiliki peran istimewa dalam proses pendidikan Yesus sedari usia kanak-kanak.

Posisi St. Yusup begitu penting dalam sejarah keselamatan manusia. Melalui banyak permenungan dan refleksi terhadap perannya dalam sejarah keselamatan, pada akhirnya Gereja mendedikasikan 19 Maret setiap tahun sebagai peringatan untuk mengenangkannya. St. Yusup begitu terhormat di mata Gereja. Dalam kalender liturgi, Gereja mendedikasikan 3 kesempatan untuk berdoa kepadanya yaitu; 19 Maret (yang menghormatinya sebagai mempelai perawan Maria), 1 Mei (untuk menghormati panggilannya sebagai pekerja), dan hari Minggu selama Oktaf Natal untuk menghormati perannya sebagai penjaga dan pelindung Keluarga Kudus. Tiga kesempatan tersebut dicanangkan untuk lebih dekat dengan St. Yusup dan belajar dari teladan suci yang diberikannya. Dalam perjalanan waktu, tidak hanya 3 kesempatan tersebut. Gereja bahkan membaktikan seluruh bulan Maret setiap tahun sebagai bulan bagi St. Yusup. Bulan Maret dikenal sebagai bulan St. Yusup dan mencapai puncaknya pada hari raya St. Yusup pada setiap tanggal 19 Maret.

Ada sekian refleksi dan pemaknaan tentang kekudusan St. Yusup. Panti Asuhan St. Yusup juga dalam rangka memeriahkan bulan Maret sebagai bulan St. Yusup memiliki sejumlah kegiatan untuk memaknainya. Panti Asuhan yang mengambil nama St. Yusup sebagai pelindungnya mencoba menebarkan spirit yang sama untuk bekerja bagi pelayanan kepada yang lain. Dalam rangka pesta pelindung di Maret tahun 2025 ini, Panti Asuhan St. Yusup menyelenggarakan sejumlah kegiatan. Selama bulan Maret, panti ini menyelenggarakan sejumlah aktivitas lomba-lomba dan kegiatan pelayanan bagi masyarakat di sekitar panti. Bahkan sebelum bulan Maret, panti St. Yusup sudah memulainya di bulan Februari. Ada sejumlah kegiatan yang dilakukan sebagai berikut:

Pertama, lomba fashion show. Lomba fashion show dilakukan antara anak dan antara karyawan. Lomba ini dilakukan pada 22 Februari 2025. Secara sepintas lomba fashion show terlihat seperti ajang untuk menampilkan kebolehan peserta untuk tampil di depan umum. Namun, lebih dari sekedar itu, kegiatan ini bertujuan membangun rasa percaya diri dan memupuk kebersamaan antara anak-anak dan para karyawan. Melalui lomba fashion show, anak dan karyawan belajar mengekspresikan diri serta belajar menunjukkan jiwa seni di atas panggung. Anak-anak dan karyawan begitu antusias mengikuti kegiatan ini.

Kedua, acara Wawan Hati. Acara yang dilakukan pada 25 Februari 2025 ini lebih menekankan pada perjumpaan dengan para pensiunan panti St. Yusup. Dalam kesempatan itu, beberapa perwakilan pensiunan diminta untuk sharing pengalaman selama mereka bertugas di panti puluhan tahun. Tujuannya adalah untuk saling memperkaya pengalaman satu terhadap yang lain. Selain itu, kegiatan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti fokus pelayanan Keuskupan Bogor tahun 2025 yaitu pada orang muda dan lansia. Dengan demikian, kegiatan Wawan Hati sekaligus melaksanakan amanat Keuskupan Bogor. Menarik bahwa momen ini menjadi kesempatan untuk mendengarkan kisah dan pengalaman para pensiunan yg pernah mengabdi puluhan tahun di panti. Acara ini ditutup dengan makan siang bersama dan diikuti secara antusias oleh karyawan aktif panti.

Ketiga, Kerja Bakti. Kerja bakti difokuskan untuk membersihkan area depan pintu gerbang masuk Panti. Kegiatan ini dilaksanakan pada 8 Maret 2025. Hidup yang sehat tidak terlepas dari lingkungan yang sehat dan alam yang asri. Maka, diselenggarakanlah kerja bakti membersihkan lingkungan luar panti. Lingkungan rumah yang sehat dan asri akan membuat banyak orang nyaman saat berkunjung ke panti ini. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga sebagai simbol kesiapan menyambut hari besar pelindung panti. Dengan gotong royong, kerja bakti dapat mempererat kembali solidaritas dengan sesama serta ikut meneladani semangat kerja keras St. Yusup.

Keempat, Bazar Pakaian dan Sembako. Bazar pakaian dan sembako adalah bentuk ungkapan bagaimana panti St. Yusup ingin menjalin komunikasi dan dialog yang baik dengan warga sekitar. Selain itu, adalah sebagai sarana memperdalam tali persaudaraan antara warga dengan panti. Solusi untuk mempererat tali persaudaraan adalah dilakukan dengan bazar pakaian murah dan sembako murah. Kegiatan tersebut disambut baik oleh masyarakat sekitar. Mereka bahkan mengharapkan kegiatan bazar dilakukan setiap tahun karena sangat membantu mereka dalam mendapatkan sembako murah dengan kualitas tidak murahan. Kegiatan ini hendak menunjukkan bahwa St. Yusup tidak eksklusif mencurahkan kasih bagi anak-anak panti saja, tetapi juga bagi semua orang termasuk warga sekitar panti. Kegiatan ini dilakukan pada 9 Maret 2025 pada pagi hari. Animo masyarakat begitu tinggi menyambut kegiatan ini. Semua pakaian dan sembako langsung ludes terjual pada pagi harinya tanpa menunggu waktu terlalu lama. Bahkan banyak masyarakat yang tidak kebagian sembako murah karena jumlah orang yang membeli terlalu banyak sedangkan persediaan sembako murah lebih sedikit. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian St. Yusup kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan bantuan sembako dan pakaian murah.

Kelima, Novena St. Yusup. Dalam bidang rohani, Panti Asuhan St. Yusup melakukan novena selama 9 hari berturut-urut yaitu mulai 10-18 Maret 2025. Novena ini dilakukan setiap sore pada pkl. 18.30 yang berlangsung di kapela dan depan patung St. Yusup tidur secara live streaming. Setiap kali novena selalu disertai renungan singkat. Petugas-petugas yang ikut novena bergantian dari setiap wisma anak-anak St. Yusup. Bagi wisma yang tidak mendapatkan tugas novena, mereka melakukan novena di wisma masing-masing pada jam yang sama. Kesempatan novena dilakukan secara live streaming dengan harapan umat yang lain dapat ikut serta bernovena bersama. Dalam kesempatan ini, doa-doa dan intensi-intensi dibacakan oleh petugas novena. Novena menjadi persiapan batin untuk menyambut pesta pelindung. Ini adalah saat bagi semua anak-anak St. Yusup bersatu dalam doa dan mempersiapkan hati dengan sungguh-sungguh, meneladani iman, dan keteguhan St. Yusup dalamĀ  menjalankan hidupnya.

Keenam, Lomba Paduan Suara. Lomba yang diikuti oleh anak-anak panti ini dilakukan pada 15 Maret 2025. Selain memeriahkan bulan St. Yusup, kegiatan ini memiliki makna yaitu untuk mengembangkan talenta anak-anak panti dalam bidang olah vokal. Anak-anak penuh antusias dalam menyiapkan diri agar tampil menjadi juara. Masing-masing kelompok anak menampilkan yang terbaik, kemudian bersaing dengan kelompok lainnya. Secara positif, kegiatan ini pada akhirnya sebagai saat melatih keberanian anak-anak St. Yusup tampil di depan umum.

Ketujuh, Misa Hari Raya St. Yusup pada 19 Maret 2025. Pada 19 Maret 2025, dilakukan sejumlah aktivitas untuk memeriahkannya. Hal utama yang dilakukan adalah Perayaan Ekaristi. Perayaan ini dilangsungkan secara konselebran dengan selebran utama adalah Romo Vikjen Keuskupan Bogor. Dalam kesempatan perayaan ini, dilakukan juga upacara pembabtisan beberapa anak panti. Setelah Perayaan ekaristi selesai, dilanjutkan dengan kegiatan kebersamaan di lapangan bola basket di depan Wisma Agnes. Dari lapangan basket dimulai dengan jalan sehat secara bersama. Kebersamaan ini tidak hanya diikuti oleh anak-anak dan karyawan St. Yusup, tetapi juga diikuti oleh para guru dan karyawan sekolah Mardi Waluya dan SMP Mardi Yuana-Cipanas. Setelah selesai jalan sehat, semua peserta jalan sehat berkumpul kembali di lapangan basket dan melanjutkan acara seperti joget bersama dan memabgikan doorprize. Rangkaian acara pada 19 Maret ini berlangsung lancar. Pada sore harinya, dilanjutkan dengan acara pembagian takjil di depan gerbang masuk panti. 19 Maret adalah puncak dari seluruh rangkaian kegiatan. Misa dan baptisan menjadi lambang kekuatan iman dan perlindungan St. Yusup atas anak-anak panti. Kegiatan jalan sehat dan kegiatan sosial lainnya mencerminkan sukacita bersama, menjadikan hari ini hari yg penuh kebersamaan dan pelayanan.

Kedelapan, Bazar Sembako Murah. Acara bazar sembako murah dilakukan pada 21 Maret 2025. Sebelumnya memang ada kegiatan sembako murah. Namun pada kesempatan kali ini dilakukan sekali lagi sembako murah untuk warga masyarakat sekitar. Acara sembako murah ini sangat kontekstual dan relevan karena mengingat menjelang lebaran. Maka adalah sangat mungkin masyarakat membutuhkan sembako murah untuk merayakan lebaran bersama keluarga. Maka, panti ambil bagian dalam membantu masyarakat sekitar untuk menyediakan sembako yang dibutuhkan saat lebaran. Walaupun lebaran bukan hari raya umat Katolik, tindakan kasih dan semangat berbagi tetap dihidupkan dengan kegiatan bazar sembako. Ini adalah wujud kepedulian kasih dan kebaikan St. Yusup yang tidak memandang perbedaan, tapi hadir untuk semua orang.

Kesembilan, Donor Darah. Bakti sosial donor darah dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pasti banyak orang yang tetap membutuhkan darah di saat bulan puasa. Sementara kalau puasa, orang yang mendonorkan darah sedikit. Maka, dalam rangka bersosial, dalam bulan St. Yusup ini, panti menyelenggarakan bakti sosial donor darah yang berlangsung di aula panti. Panti mengundang PMI Cianjur untuk datang langsung ke panti. Panti bekerja sama dengan umat paroki Cipanas yang ingin donor darah. Selain dengan paroki, juga dengan sekolah-sekolah dalam kompleks panti. Kegiatan ini sungguh diapresisasi oleh banyak orang. Kegiatan ini di lakukan pada 26 Maret 2025. Kegiatan ini menjadi suatu bentuk nyata kepedulian kepada sesama. Donor darah adalah cara mensyukuri dan berbagi hidup kepada sesama. Kegiatan ini sejalan dengan semangat pengorbanan dan kasih tanpa pamrih sebagaimana ditunjukkan oleh St. Yusup yang memberikan seluruh hidupnya kepada Maria dan Yesus. Donor darah menjadi kegiatan penutup untuk memeriahkan bulan St. Yusup di tahun 2025.

Dengan demikian, terdapat sembilan jenis kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan bulan St. Yusup. Kegiatan internal maupun kegiatan sosial keluar harus berdampak bagi masyarakat di sekitar panti. Kegiatan ini pada dasarnya adalah kegiatan agar semangat St. Yusup tetap membumi dan berguna bagi anak-anak panti dan masyarakat sekitar panti. Sebagai orang beriman, hidup mesti memberikan sumbangsih dalam kehidupan orang lain, tidak hanya hidup untuk diri sendiri. Sukacita mesti dibagikan kepada orang yang membutuhkan. Semoga bulan St. Yusup senantiasa memberikan berkat bagi orang lain.

Oleh: Angela Merici Setyawati
(Anak Panti St. Yusup Kelas 12 SMK)