Penutupan Bulan Maria

Dalam tradisi Katolik, bulan Mei diidentikkan dengan bulan Maria. Dikatakan demikian karena selama bulan Mei, umat mengungkapkan doa kepada Bunda Maria. Sudah satu bulan penuh, anak-anak Panti Asuhan Santo Yusup melakukan devosi kepada Maria. Dalam rangka merayakan penutupan devosi kepada Maria di bulan Mei, Panti Asuhan Santo Yusup mengadakan kegiatan perarakan patung Bunda Maria pada Sabtu (31/05/25) pkl. 18.00. Perarakan ini dilakukan setelah selesai misa hari Sabtu di Kapela Panti.  Perarakan patung Maria dimulai dari Wisma Klara menuju taman doa Santo Yusup Tidur.

Kegiatan ini diikuti oleh semua anak Panti, karyawan Panti, serta sejumlah umat yang ingin memberikan penghormatan bagi Bunda Maria. Cuacanya memang tidak mendukung karena saat perarakan sedikit terjadi gerimis. Namun, hujan gerimis tidak memudarkan semangat anak-anak Santo Yusup untuk melakukan kegiatan ini. Justru, anak-anak melihat hujan gerismis adalah hujan berkat bagi mereka sehingga tidak perlu ditakuti hujannya.

Patung Bunda Maria dihias begitu indah dengan bunga mawar yang segar dan menjadi pusat perhatian. Maria digotong dengan penuh hormat oleh perwakilan anak-anak Santo Yusup. Dalam perarakan patung Maria, barisan depan diisi oleh anak-anak panti yang mengenakan pakaian rapih, kemudian anak-anak lain yang tidak kebagian menggotong patung Maria melantunkan puji-pujian dan doa-doa. Selain itu, mereka membawa lilin-lilin kecil yang menyala sambil memuji Bunda Maria dengan lagu Ave Maria.

Pada akhirnya, kegiatan perarakan Maria diharapkan bukan hanya sekadar tradisi belaka, namun juga menjadi sarana untuk menumbuhkan iman dan kebersamaan di antara anak-anak panti. Perarakan ditutup dengan doa dan berkat dari Romo Guido Ganggus OFM. Setelah selesai berkat penutup, semua anak-anak kembali ke wisma masing-masing. Momen ini menjadi penanda berakhirnya bulan Maria. Semoga semangat devosi dan cinta kepada Bunda Maria diharapkan akan terus hidup dalam hati setiap penghuni Panti Asuhan Santo Yusup. (Ed. Tim Publikasi PA St. Yusup).

Oleh: Emiliana Contesia Bintang

(Anak PASY Kelas XI, Penghuni Wisma Agnes)