Hari ini (9/5/2025) adalah hari terakhir bagi anak-anak kelas IX SMP Mardi Yuana-Cipanas melaksanakan Ujian Sekolah. Mereka bersukacita, riang, serta gembira merayakan hari terakhir Ujian Sekolah. Tanpa jeda waktu yang lama, sukacita kegembiraan tersebut langsung ditutup dengan acara Perutusan, Pelepasan, dan Perpisahan (selanjutnya disingkat P3) yang sederhana. Pihak sekolah SMP Mardi Yuana-Cipanas langsung menyelenggarakan acara P3. Terlihat dan terkesan mendadak. Setelah ujian, anak-anak kelas IX istirahat sejenak untuk kemudian makan siang. Setelah itu persiapan untuk mengkuti acara P3. Acara P3 dimulai pkl. 13.00 siang dengan mengusung tema “Melangkah Bersama, Berpisah Agar Berkembang”. Melalu tema ini anak-anak diutus agar semakin bertumbuh dan berkembang sebagai manusia dalam hal pengetahuan dan sikap hidup yang mulia. Anak-anak Santo Yusup kelas IX berjumlah 25 orang, 17 Putri dan 8 Putra. Mereka bersorak riang merayakan akhir perjuangan di tahap SMP.
Acara perpisahan kelas IX SMP Mardi Yuana diawali dengan misa syukur yang dipimpin oleh Romo Guido Ganggus OFM. Dalam homilinya, ia mengajak kelas IX untuk bertanggung jawab dengan keberlanjutan pendidikan yang sudah direncanakan ke depan. Romo Guido menambahkan bahwa pendidikan selanjutnya harus diperkuat dengan semangat dan ditopang oleh keberanian. Paus Leo XIV yang terpilih pada 8 Mei memiliki arti nama yang dapat menjadi inspirasi. Leo artinya “keberanian”. Oleh karena itu, semua anak kelas IX diajak untuk memiliki keberanian, berani belajar yang baik dan positif bagi masa depan. Selain berani belajar, Romo Guido menambahkan harus berani dengan tantangan yang akan datang di tempat yang baru nanti. Mereka yang tidak berani mengambil tantangan dan tidak berani mengambil peluang adalah ciri-ciri orang tidak mau sukses. Yang tidak berani melakukan apa-apa juga, jangan pernah mengharapkan apa-apa. Keberanian itu seperti lilin, ketakutan seperti kegelapan. Kegelapan akan hilang jika ada lilin yang memberikan cahaya terang. Jadi, jangan gampang mengeluh apalagi menyerah. Jangan memberi tempat pada jalan pintas apalagi memberikan kesempatan yang dapat mengorbankan diri dan masa depan.
Setelah Misa, acara dilanjutkan dengan beberapa tampilan seperti lagu dan dance yang dipersembahkan oleh kelas VII dan VIII. Dalam sela-sela tampilan anak-anak, kepala sekolah SMP Mardi Yuana memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah memberikan dorongan semangat kepada mereka yang akan berlangkah ke SMK/SMA. Baginya, perpisahan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menggapai cita-cita. Kepala Sekolah mengajak mereka untuk terus belajar, bertumbuh menjadi pribadi yang jujur, mandiri, dan bertanggung jawab.
Acara P3 ini dihadiri oleh Romo, suster, para guru SMP Mardi Yuana dan beberapa perwakilan orang tua anak kelas IX dari Panti Asuhan Santo Yusup. Beberapa orang anak Kelas VII dan VIII mengikuti acara ini. Mereka hadir sebagai perwakilan anak kelas VII dan VIII lainnya sekaligus sebagai petugas untuk memeriahkan acara sederhana melalui tampilan beberapa acara. Acara ini berlangsung dengan baik dan lancar. Acara tampak sederhana, namun mengesankan. Semua anak kelas IX SMP Mardi Yuana telah berjuang selama 3 tahun dan kini mereka juga menjadi pemenangnya di tahun 2025. Perjuangan tahun ini telah diambil oleh angkatan mereka. Perjungan tahun berikutnya pasti diambil oleh mereka yang sekarang kelas VIII. Kini kelas IX akan berjuang lagi pada pertarungan tahap berikutnya. (Ed. Tim Publikasi PA St. Yusup).
Oleh: Shieny Octavia
(Anak PASY Kelas 8, Penghuni Wisma Klara)





